PJ Kepala BPJN Aceh Yusrizal Kurniawan Bungkam, Publik Pertanyakan Transparansi

 

 


RAKTATMARDEKA.COM l ACEH – Sikap bungkam ditunjukkan oleh Yusrizal Kurniawan selaku PJ Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh (BPJN Aceh) terkait polemik robohnya jembatan yang belum lama diresmikan.
Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 19 Februari 2026 pukul 00.23 WIB.

 

 

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari yang bersangkutan.
Sikap diam tersebut memicu tanda tanya di tengah masyarakat.

 

 

Sebagai pimpinan lembaga yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu dan pengawasan proyek jalan dan jembatan nasional, PJ Kepala BPJN Aceh dinilai memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk memberikan penjelasan kepada publik.

 

Pengawasan Dipertanyakan
Robohnya jembatan yang relatif baru selesai dikerjakan memunculkan dugaan adanya persoalan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan teknis di lapangan. Publik mempertanyakan bagaimana proses pengendalian mutu dilakukan sebelum proyek dinyatakan layak dan diresmikan.

 

Kontraktor Turut Disorot
Nama kontraktor pelaksana, PT Adi Muliya, juga ikut menjadi perhatian. Perusahaan tersebut disebut sebagai pihak yang mengerjakan proyek jembatan yang kini mengalami kerusakan.

 

Sejumlah elemen masyarakat mendesak adanya audit menyeluruh serta transparansi penuh terkait proses lelang, spesifikasi teknis, hingga hasil uji mutu material.

 

Hingga kini, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari PJ Kepala BPJN Aceh maupun pihak terkait lainnya. Redaksi akan terus berupaya mendapatkan konfirmasi lanjutan demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *