Batu Gajah Ilegal di Bireuen “Mengamuk”, Jalan Nasional Disulap Jadi Jalur Bebas Truk Raksasa

 

RakyatMardeka.com l- BIREUEN – Praktik pengangkutan batu gajah ilegal di Kabupaten Bireuen kini bukan lagi sekadar pelanggaran tersembunyi. Aktivitas ini sudah berubah menjadi tontonan terbuka yang mencengangkan—bahkan terkesan menantang hukum.

Dari wilayah Bateilek hingga Kecamatan Jeunieb, batu-batu raksasa diduga diambil tanpa izin, lalu diangkut menggunakan truk bertonase tinggi secara beriringan menuju jalur nasional Banda Aceh–Medan. Pemandangan ini lebih mirip konvoi perayaan daripada aktivitas ilegal. Puluhan truk melaju tanpa jeda, memenuhi jalan, memaksa pengguna lain menepi demi keselamatan.

Yang lebih mengkhawatirkan, konvoi ini kerap terjadi di siang hari—di depan mata publik. Tidak ada upaya sembunyi, tidak ada rasa takut. Seolah-olah, hukum tidak lagi punya daya di atas aspal jalan nasional.

Dampaknya nyata. Jalan mulai rusak akibat beban berlebih, debu beterbangan mengganggu jarak pandang, dan risiko kecelakaan meningkat tajam. Pengendara roda dua dan mobil kecil menjadi pihak paling rentan, terjebak di antara truk-truk raksasa yang mendominasi jalan.

“Ini sudah sangat keterlaluan. Jalan seperti milik mereka saja. Kami yang lewat harus ekstra hati-hati, nyawa taruhannya,” ungkap seorang warga dengan nada geram.

Sorotan tajam kini mengarah pada lemahnya pengawasan. Masyarakat mempertanyakan, mengapa aktivitas sebesar ini bisa berjalan mulus tanpa hambatan? Apakah ada pembiaran? Atau justru ada pihak yang ‘tutup mata’?

Jika benar batu tersebut diambil tanpa izin dari kawasan Bateilek dan Jeunieb, maka persoalannya bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius bagi lingkungan. Kerusakan alam, erosi, hingga potensi bencana menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Publik kini menunggu ketegasan aparat. Jangan sampai jalan nasional berubah menjadi “jalur resmi” bagi bisnis ilegal, sementara hukum hanya jadi pajangan tanpa taring.

Jika dibiarkan, ini bukan lagi sekadar pelanggaran—ini adalah krisis ketertiban yang dipertontonkan secara terang-terangan di depan mata semua orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *