RakyatMardeka. Com l- BIREUEN — Aktivitas galian C ilegal kembali menjadi sorotan publik. Sebuah truk bermuatan batu raksasa terlihat melintas bebas di jalan nasional, diduga mengangkut material hasil tambang ilegal dari wilayah Kecamatan Jeunieb dan Samalanga, Kabupaten Bireuen.
Pemandangan ini memicu kemarahan warga. Pasalnya, aktivitas tersebut berlangsung di tengah kondisi daerah yang baru saja dilanda banjir bandang. Alih-alih berhenti atau dievaluasi, para pelaku usaha justru diduga terus mengeruk material gunung tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.
Warga menilai, batu-batu besar yang selama ini berfungsi sebagai “tameng alami” gunung kini mulai habis disedot. Jika kondisi ini terus dibiarkan, risiko bencana lanjutan seperti longsor dan banjir susulan sangat mungkin terjadi.
“Ini bukan sekadar soal tambang, tapi soal keselamatan masyarakat. Gunung terus dikikis, batu besar diangkut tanpa kontrol, lalu siapa yang bertanggung jawab kalau bencana datang lagi?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Ironisnya, truk-truk bermuatan besar tersebut terlihat melintas tanpa hambatan di jalan nasional, seolah tidak tersentuh pengawasan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap peran dan ketegasan aparat serta instansi terkait dalam menindak aktivitas ilegal tersebut.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Penindakan tegas dinilai perlu dilakukan, tidak hanya untuk menghentikan praktik ilegal, tetapi juga untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.
Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin Kabupaten Bireuen akan menghadapi ancaman bencana yang lebih besar di masa mendatang—akibat keserakahan segelintir pihak yang mengabaikan keseimbangan alam.
