
RakyatMardeka.Com BIREUEN — Peredaran narkoba di Kabupaten Bireuen kian hari semakin mengkhawatirkan. Aktivitas para pengedar kini bukan lagi sembunyi-sembunyi, melainkan sudah berlangsung secara vulgar dan terang-terangan di berbagai titik, bahkan hingga ke pusat kota.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, transaksi narkoba diduga marak terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari desa-desa hingga kawasan strategis. Di Kecamatan Jeumpa khususnya di Desa Bandar, aktivitas peredaran disebut-sebut sudah sangat “tebal” dan meresahkan masyarakat.
Tak hanya itu, di Kecamatan Peusangan, tepatnya di belakang Kampus Al Muslim, dugaan praktik transaksi narkoba juga kerap terjadi. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran warga bahwa peredaran barang haram tersebut sudah semakin tak terkendali.
Yang lebih memprihatinkan, para pelaku seolah tidak lagi takut terhadap hukum. Mereka diduga bebas melakukan transaksi di ruang terbuka tanpa menghiraukan risiko maupun dampak sosial yang ditimbulkan. Hal ini memunculkan dugaan adanya “perlindungan” dari oknum tertentu yang sengaja membiarkan praktik ilegal ini terus berlangsung.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum segera turun tangan secara serius dan tidak tebang pilih dalam memberantas jaringan narkoba yang semakin merajalela.
“Ini sudah sangat meresahkan. Jangan sampai generasi muda kita hancur karena pembiaran. Kami minta aparat bertindak tegas, jangan ada yang dilindungi,” ujar salah satu warga.
Situasi ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Bireuen. Jika tidak segera ditindak tegas, bukan tidak mungkin Kabupaten Bireuen akan menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba di Aceh.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pihak kepolisian dan instansi terkait untuk membersihkan wilayah mereka dari ancaman narkoba yang kian mengganas.
