‎Reses di Dapil V, Ibnu Hajar Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Normalisasi Kali

Rakyatmerdeka.com, Tarumajaya, BEKASI — Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PKB, Ibnu Hajar,S.Ag., menggelar Reses Tahun Sidang ke-II Masa Persidangan Kedua, Tahun Anggaran 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Babelan, Tarumajaya, dan Muara Gembong, Jumat (1/5/2026).

Dalam keterangannya, Ibnu Hajar mengatakan kegiatan reses menjadi kewajiban anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat guna menyerap informasi serta berbagai aspirasi warga.

“Reses ini menjadi kewajiban kami untuk turun langsung ke masyarakat dalam rangka mencari informasi dan aspirasi yang harus didapatkan secara langsung. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat dari Muara Gembong, Babelan, maupun Tarumajaya,” ujarnya.

Ia menyebut banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Bahkan panitia menyediakan lembar formulir agar seluruh usulan warga dapat dicatat dan dimasukkan ke dalam sistem pengajuan aspirasi pemerintah daerah.

Beragam aspirasi yang disampaikan masyarakat di antaranya terkait infrastruktur, air bersih, transportasi darat, normalisasi saluran air, drainase untuk penanganan banjir, hingga kebutuhan para petani sawah, petani kebun, dan petambak.

Oplus_131072

Terkait pengawalan aspirasi masyarakat, Ibnu menegaskan seluruh usulan akan dimasukkan ke dalam sistem dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Semua usulan akan kita masukkan ke dalam sistem. Tinggal melihat kemampuan anggaran daerah apakah mampu mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Sementara terkait normalisasi Kali Bekasi, Ibnu menyebut hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga perlu koordinasi maksimal dengan pemerintah daerah. Ia berharap normalisasi dapat berjalan baik tanpa menimbulkan persoalan baru serta tetap memperhatikan kebutuhan sumber air bagi para petani dan petambak.

“Saya berharap pemerintah pusat dapat memberikan solusi yang baik bagi masyarakat,” tandasnya.

Diakhir keterangannya, Ibnu juga menyinggung mengenai tahun politik desa yang saat ini diwarnai pemilihan BPD dan pemilihan kepala desa di sejumlah wilayah. Ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak, cerdas, dan profesional dalam menentukan pilihan serta tetap menjaga persaudaraan meski terdapat perbedaan pandangan.

‎“Masyarakat harus cerdas dalam menentukan pilihan. Kalau ada perbedaan, tetap harus mengedepankan nilai persaudaraan,” pungkasnya. (AyuM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *