
BIREUEN – Masa keterasingan yang dialami 17 rumah warga di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, akhirnya berakhir. Setelah sempat terisolasi total pasca bencana banjir akibat putusnya akses jalan sepanjang 100 meter, kini warga sudah dapat kembali menempati rumah mereka menyusul rampungnya pembangunan dan penyempurnaan jalan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Selama akses jalan terputus, kawasan tersebut praktis berubah menjadi wilayah terisolasi. Warga tidak dapat keluar masuk dengan mudah, sehingga sebagian besar terpaksa mengungsi, meskipun mereka tetap menolak relokasi permanen dan memilih bertahan menunggu pemulihan akses ke permukiman mereka.
Kini, setelah jalan penghubung selesai dibangun dan difungsikan kembali, kehidupan warga perlahan mulai pulih. Rumah-rumah yang sebelumnya kosong sudah kembali dihuni, dan aktivitas masyarakat mulai bergerak kembali.
Camat Jangka, Muliayadi, Selasa (17/2/2025) di Gampong Alue menjelaskan bahwa upaya perbaikan sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh relawan kemanusiaan, namun belum sepenuhnya optimal.
“Sebelumnya jalan tersebut sudah pernah dilakukan upaya perbaikan oleh relawan kemanusiaan, namun belum maksimal. Alhamdulillah, jalan tersebut saat ini sudah bisa difungsikan setelah dilakukan penyempurnaan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen,” ujar Muliayadi.
Keuchik Gampong Alue Kuta juga menyampaikan rasa terima kasih masyarakat kepada Bupati Bireuen, H. Mukhlis, atas perhatian dan langkah nyata dalam memulihkan akses vital tersebut.
“Atas nama masyarakat Alue Kuta, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bireuen, H. Mukhlis. Perhatian yang serius dan fokus pada kebutuhan masyarakat sangat membantu kami. Alhamdulillah, akses jalan sudah terbuka dan warga bisa kembali ke rumah. InsyaAllah, secara perlahan pemulihan ekonomi masyarakat juga akan segera mengikuti,” ungkapnya.
Pembangunan jalan ini tidak hanya mengakhiri keterisolasian fisik, tetapi juga memulihkan harapan warga untuk melanjutkan kehidupan secara normal. Jalan sepanjang 100 meter tersebut kini menjadi simbol kebangkitan masyarakat Alue Kuta, dari keterasingan menuju pemulihan.
