BARRU — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus mendorong pelaksanaan 15 program aksi strategis, salah satunya melalui penguatan kemandirian pangan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara. Program tersebut diwujudkan melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle) yang tersedia di lingkungan lapas maupun rutan.
Menindaklanjuti program tersebut, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Barru di bawah kepemimpinan Kepala Rutan, Hardiman, terus mendorong berbagai perubahan positif, khususnya dalam aspek pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengembangan budidaya ikan air tawar, khususnya ikan mujair, dengan memanfaatkan lahan kosong yang berada di area rutan. Program ini tidak hanya menjadi sarana produktif untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Selain sektor perikanan, Rutan Barru juga memperkuat upaya ketahanan pangan melalui pembangunan peternakan ayam kampung. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus menanamkan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, dan keterampilan usaha kepada warga binaan.
Kepala Rutan Barru, Hardiman, menegaskan bahwa optimalisasi lahan menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung program aksi kementerian.
“ Kami mengupayakan agar tidak ada lahan kosong yang tidak dimanfaatkan di area rutan. Setiap potensi yang ada harus dioptimalkan demi mendukung program aksi Menteri sekaligus memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan kemandirian melalui sektor produktif merupakan bagian penting dari proses pembinaan pemasyarakatan. Selain mendukung program ketahanan pangan nasional, kegiatan tersebut juga bertujuan membentuk warga binaan yang lebih siap, mandiri, dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Rutan Kelas IIB Barru menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan sistem pembinaan yang lebih progresif, produktif, dan selaras dengan arah kebijakan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan.
