Peresmian SPPG Bahagia Babelan #10, Dorong Pemberdayaan Warga dan Layanan Sosial ‎

‎Raktatmerdeka.com, Babelan, Bekasi ~ Peresmian SPPG Bahagia Babelan #10 yang berlokasi di Jalan Ujung Harapan, Gang H. Sarbini RT 004 RW 02, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial serta pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui program dapur dan kegiatan berbasis kemanusiaan yang diusung SPPG.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SPPG Bahagia Babelan #10 Gantara Abi Mayu Lubis, Pembina Yayasan Ustadz Musthoffa ,Founder Dapur Merah Putih Dana Vega Supriatna , Anggota DPRD Komidi ll Fraksi PKS Dra. Hj. Ani Rukmini Lurah Bahagia Khoirul Anwar, SSTP., M.Si., serta Korcam SPPG Babelan Rivaldi Simanjuntak

Dalam sambutannya, Lurah Bahagia Khoirul Anwar, S.STP., M S.I., menyoroti pentingnya pengelolaan dapur SPPG yang ramah lingkungan. “Dapur SPPG ini sering diidentikkan dengan limbah dan potensi keresahan masyarakat karena bersentuhan langsung dengan lingkungan,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sampai saat ini di Kelurahan Bahagia tidak ada laporan ataupun kejadian yang menimbulkan keresahan masyarakat terkait limbah dapur SPPG,” lanjutnya.

Ia pun mengingatkan agar standar tersebut terus dijaga. “Saya mohon kepada pengelola SPPG Bahagia 10 agar tetap memperhatikan pengelolaan limbah dengan baik, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga.” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi dampak sosial yang sudah dirasakan warga. “Kami mengucapkan terima kasih karena dapur ini sudah memberdayakan warga kami, khususnya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah,”

Menurutnya, keberadaan dapur di wilayah lebih utama selama memberi manfaat bagi warga. “Terserah penerima manfaatnya dari luar wilayah Bahagia, yang penting dapurnya ada di Kelurahan Bahagia dan bisa memberdayakan masyarakat sini,” tuturnya.

Sementara itu, Ani Rukmini menjelaskan peran pemerintah dalam program ini. “Program ini pada dasarnya bersumber dari anggaran pusat, sementara pemerintah daerah dan desa berperan dalam pengawasan karena memiliki wilayah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa setiap aduan masyarakat menjadi perhatian serius. “Pengawasan memang tidak selalu bisa dilakukan secara langsung, tapi setiap laporan warga, baik melalui pertemuan maupun WhatsApp, pasti kami tindak lanjuti.”

Menurutnya, aspek kualitas dan keamanan menjadi prioritas utama. “Yang paling penting itu memastikan tidak ada pencemaran, tidak ada bau yang mengganggu, dan lingkungan tetap terjaga.”

Ani juga menyoroti dampak ekonomi dari program ini. “Program ini membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, walaupun mungkin sifatnya sementara, tapi tetap memberikan dampak ekonomi.”

Ia mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. “Kita juga ingin ada sinergi dengan UMKM dan koperasi agar ekonomi lokal bisa terus bergerak dan berkembang. Harapan saya masyarakat kita mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia bisa lebih sehat, pengangguran berkurang, dan ekonomi warga semakin meningkat.”

Terpisah, Korcam SPPG Kecamatan Babelan, Rivaldi Simanjuntak, menegaskan komitmen dampak nyata bagi masyarakat.

“Dari keberadaan dapur ini, kami berharap bisa memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar, salah satunya dengan menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perluasan jangkauan manfaat. “Penerima manfaat akan semakin luas. Masyarakat yang sebelumnya belum mendapatkan, sekarang bisa ikut merasakan, dan yang sebelumnya jauh sekarang lebih dekat. Dengan dapur yang lebih dekat, aspek keamanan pangan tentu bisa lebih terjamin.”

Rivaldi menegaskan keterbukaan pihaknya terhadap pengawasan. “Kami membutuhkan dukungan dari kelurahan, media, dan semua pihak untuk bersama-sama melakukan pemantauan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan.”

Dalam hal kualitas, ia menegaskan tidak ada kompromi. “Kami menekankan penerapan SOP secara ketat. Kalau ada ketidaksesuaian, akan kami laporkan ke pusat. Konsekuensinya bisa sampai penutupan dapur, dan itu menurut kami perlu demi mencegah dampak yang lebih luas.” tandasnya.

‎Namun, ia memastikan pelayanan tetap berjalan jika terjadi kendala. “Kalau sampai ada penutupan, penerima manfaat akan dialihkan ke dapur lain yang masih beroperasi, jadi pelayanan tetap aman.”pungkasnya.

‎Adapun jumlah penerima manfaat dari dapur SPPG Bahagia Babelan #10 ini mencapai 1.500 orang, dengan rincian 1.000 penerima dari SDN Bahagia 02 dan 03, serta 500 penerima dari Posyandu.

Dengan diresmikannya SPPG Bahagia Babelan #10, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi pusat kegiatan sosial yang aktif, mempererat kebersamaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar.(AyuM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *