BUMDesa Beringin Jejalen Jaya Kembangkan Ternak Ayam Petelur, Dorong Warga Mandiri Secara Ekonomi ‎

Rakyatmerdeka.com – Tambun Utara, Bekasi — Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Beringin Jejalen Jaya, Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, terus menunjukkan perkembangan positif dalam mendukung program ketahanan pangan desa melalui usaha budidaya ayam petelur.

‎Kepala Desa Jejalen Jaya, Kumpul, menegaskan bahwa pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMDesa sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

‎“Kami selaku pemerintah desa sangat mendukung pelaksanaan BUMDesa dalam memaksimalkan program ketahanan pangan di Desa Jejalen Jaya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

‎Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan BUMDesa telah berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

‎“Pada Musdes laporan pertanggungjawaban akhir tahun 2025 lalu, program ini bahkan mendapat apresiasi dari pendamping desa. Artinya, pengelolaan BUMDesa sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.

‎Menurut Kumpul, sistem usaha yang dijalankan BUMDesa sudah mencakup seluruh aspek, mulai dari pemeliharaan hingga pemasaran, dengan tetap mengutamakan masyarakat sebagai sasaran utama.

‎“BUMDesa ini benar-benar berjalan, mulai dari pemeliharaan, laporan, hingga pemasaran. Kami juga membuka akses bagi masyarakat untuk membeli langsung, termasuk pelaku UMKM agar bisa mendapatkan keuntungan,” katanya.

‎Ia pun berharap, ke depan BUMDesa tidak hanya menjadi unit usaha desa semata, tetapi mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

‎“Harapan kami, keberadaan BUMDesa ini tidak hanya menjadi usaha desa, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk ikut berusaha dan meningkatkan perekonomian secara mandiri,” tandasnya.

‎Di sisi lain, Ketua BUMDesa, Mochamad Ichwani, yang ditunjuk berdasarkan hasil Musyawarah Desa pada 30 April 2025 dan mulai menjabat sejak 1 Mei 2025, pengelolaan BUMDesa kini berjalan dengan struktur organisasi yang lengkap, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga manajer operasional.

‎Usaha peternakan ayam petelur yang mulai dijalankan sejak Desember 2025 kini mulai membuahkan hasil. Dari total 500 ekor ayam petelur, produksi telur hingga akhir Maret 2026 telah mencapai sekitar 19 kilogram per hari.

‎“Alhamdulillah, sejak kami mulai pada Desember 2025, di akhir Maret ini produksi telur dari 500 ekor ayam petelur sudah mencapai sekitar 19 kilogram per hari. Kami akan terus menjaga amanah ini agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat Desa Jejalen Jaya,” ujar Ketua BUMDesa, Mochamad Ichwani.

‎Menurutnya, pemilihan usaha ternak ayam petelur didasarkan pada kemudahan pengelolaan serta sistem pemeliharaan yang terjadwal. Mulai dari pemberian pakan dua kali sehari, pembersihan kandang, hingga pemantauan kesehatan ayam menjadi faktor utama dalam menjaga kestabilan produksi.

‎“Kami sangat memperhatikan kesehatan dan kestabilan ayam, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu. Fasilitas seperti blower dan pencahayaan harus tetap optimal untuk mencegah stres pada ayam yang bisa memengaruhi produksi,” jelasnya.

‎Dalam operasionalnya, kebutuhan pakan juga menjadi perhatian utama. Dengan jumlah 500 ekor ayam, kebutuhan pakan mencapai sekitar 50 kilogram per hari. Untuk mengantisipasi kendala, BUMDesa telah menerapkan sistem pemesanan terjadwal.

‎“Untuk pakan, kami sudah terjadwal. Bahkan satu minggu sebelum stok habis, kami sudah melakukan pemesanan agar tidak terjadi kekosongan, karena keberlangsungan pakan sangat menentukan hasil produksi,” tambah Ichwani.

‎Dalam hal pemasaran, BUMDesa Jejalen Jaya saat ini masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal. Penjualan dilakukan langsung kepada warga, warung, hingga pelaku UMKM.

‎“Kami juga memprioritaskan masyarakat dalam pemasaran. Harapannya, keberadaan BUMDesa ini bisa meringankan kebutuhan warga, bukan justru membebani,” tegasnya.

‎Lebih dari sekadar unit usaha, BUMDesa Jejalen Jaya juga membawa misi pemberdayaan. Masyarakat tidak hanya didorong sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pelaku usaha.

‎“Kami tidak hanya ingin masyarakat menikmati hasil BUMDesa, tapi juga mengedukasi agar warga mampu memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya untuk usaha, salah satunya ternak ayam petelur, sehingga ekonomi masing-masing bisa meningkat,” ungkapnya.

‎Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, BUMDesa Jejalen Jaya diharapkan mampu menjadi contoh nyata dalam mengembangkan potensi desa sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.(AyuM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *