Penguatan Ketahanan Pangan, BUMDes Sriamur Mandiri Kembangkan Ternak Ayam Petelur

Rakyatmerdeka.com – Tambun Utara, BEKASI – Program ketahanan pangan Desa Sriamur tahun 2025 terus diperkuat melalui unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Sriamur Mandiri. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi telur masyarakat, tetapi juga mendukung suplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.

Ketua BUMDes Sriamur Mandiri, A. Mawardi, menjelaskan bahwa usaha ternak ayam petelur ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tingginya kebutuhan telur di masyarakat.

“Tujuan kami mengembangkan usaha ayam petelur ini adalah untuk mendukung ketahanan pangan desa. Kebutuhan telur di masyarakat cukup tinggi, dan kami juga menargetkan BUMDes mampu menyuplai kebutuhan SPPG di wilayah kami,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

BUMDes Sriamur sendiri telah berdiri sejak tahun 2019 dan telah mengalami tiga kali pergantian kepemimpinan. Pada tahun 2025, A. Mawardi resmi menjabat sebagai ketua melalui musyawarah desa, dengan legalitas yang telah sesuai aturan pemerintah serta telah mengantongi badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM.

Pengembangan usaha dimulai pada Juni 2025 dengan populasi awal 500 ekor ayam petelur, kemudian bertambah 400 ekor pada Oktober 2025. Meski dalam perjalanannya terdapat beberapa kendala seperti kematian ternak, hingga April 2026 populasi ayam masih bertahan di angka sekitar 800 ekor.

Saat ini, produksi telur mencapai hampir 90 persen, dengan hasil sekitar 650 butir atau setara 37 kilogram per hari.

Kepala Unit Peternakan, A. Rozak, menegaskan bahwa keberhasilan produksi sangat bergantung pada kedisiplinan dalam penerapan SOP, terutama dalam pemberian pakan dan perawatan.

“Kunci utama ada pada ketepatan waktu pemberian pakan dan minum. Tidak boleh lewat dari jadwal karena bisa membuat ayam stres dan berdampak pada produksi. Kami beri pakan dua kali sehari, pukul 06.00 pagi dan 15.00 sore,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan pakan untuk 800 ekor ayam mencapai sekitar 90 kilogram per hari. Selain itu, perawatan rutin seperti pemberian vitamin, penyemprotan kandang untuk menjaga suhu, serta pengaturan sirkulasi udara juga menjadi perhatian utama.

Dalam menjaga kesehatan ternak, pihak BUMDes juga memberikan stimulan secara berkala setiap awal bulan.

“Setiap tanggal 1 sampai 4 kami berikan stimulan untuk menjaga kondisi ayam tetap stabil. Kebersihan kandang juga jadi faktor penting agar kualitas telur tetap terjaga,” tambah Mawardi.

Sementara itu, pekerja kandang, Acim, mengungkapkan bahwa perawatan harian membutuhkan ketelatenan dan konsistensi.

“Yang paling penting itu disiplin waktu dan kebersihan. Kalau telat kasih makan atau kandang kotor, ayam bisa stres dan hasil telur menurun,” ungkapnya.

Untuk pengelolaan limbah, saat ini kotoran ayam masih dalam tahap penanganan sederhana, yakni ditampung dan dibersihkan dua kali dalam seminggu. Ke depan, BUMDes berencana mengoptimalkan pengolahan limbah agar memiliki nilai tambah.

Dari sisi kelembagaan, BUMDes Sriamur Mandiri juga menunjukkan akuntabilitasnya. Beberapa waktu lalu, BUMDes telah melaksanakan laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah desa yang turut dihadiri oleh pihak kecamatan dan pendamping desa.

Selain itu, keberadaan unit usaha ini juga telah memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD), sebagai bentuk keberlanjutan manfaat dari pengelolaan dana desa.

Dari sisi sosial, BUMDes juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program ketahanan pangan serta manfaatnya. Selain untuk konsumsi, hasil produksi telur juga diharapkan dapat menjadi peluang usaha bagi warga.

“Kami ingin masyarakat bisa langsung merasakan hasilnya. Bagaimana program ini bisa berkelanjutan dan dana desa yang digunakan benar-benar bermanfaat, bahkan bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa,” jelas Mawardi.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi ketahanan pangan di Desa Sriamur, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi pemerintah desa lainnya untuk mengembangkan potensi serupa di wilayah masing-masing.

BUMDes Sriamur Mandiri juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi agar program ketahanan pangan ini dapat terus berkembang.

“Kami berharap ini bisa menjadi motivasi bagi desa lain. Dan kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat terus mendukung program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Seiring meningkatnya kebutuhan dan permintaan pasar, BUMDes Sriamur Mandiri membuka peluang untuk menambah populasi ayam petelur ke depannya. Dengan sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan dukungan pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. (AyuM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *