MELEDAK! HAK JAWAB RESMI — Humas Tegas: Legalitas Sah, Isu Sawit Ratusan Hektare Produksi Itu HOAKS!

RakyatMardeka.com l- BIREUEN, 30 Maret 2026 — Pihak Yayasan Almuslim dan Universitas Almuslim akhirnya buka suara keras! Dalam hak jawab resmi, mereka membantah tegas pemberitaan yang menyebut polemik legalitas hingga isu “sawit ratusan hektare sudah produksi”.

Kabag Humas Universitas Almuslim, Faizin, menyebut berita tersebut tidak benar, tidak berimbang, dan penuh tudingan tanpa dasar karena tidak pernah dikonfirmasi ke pihak kampus maupun yayasan.

> “Ini jelas menyesatkan publik. Kami tidak pernah dimintai konfirmasi,” tegasnya.

 

Ia menegaskan, selama ini kampus berjalan normal, transparan, dan tanpa polemik, dengan audit rutin setiap tahun oleh akuntan independen.

Lebih lanjut, Faizin membongkar fakta sebenarnya soal isu sawit yang disebut-sebut “raksasa” dan sudah produksi besar-besaran.

FAKTANYA:

Total lahan: 365 hektare

Yang benar-benar produktif: hanya 30 hektare

Baru panen 2025: 10 hektare

Selebihnya masih tahap tanam, pembersihan, bahkan belum dimanfaatkan

“Jadi klaim ratusan hektare sudah produksi itu HOAKS!” tegas Faizin.

 

Ia juga memastikan seluruh pengelolaan hasil sawit dilakukan secara transparan untuk pengembangan lahan kampus.

Tak hanya itu, pihak kampus juga menepis tudingan tidak transparan, dengan menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran justru mensyaratkan audit keuangan yang ketat dan terbuka.

YAYASAN ANGKAT BICARA: LEGALITAS JELAS, JANGAN DIGORENG!

Sekretaris Umum Yayasan Almuslim Peusangan, Dasril, turut meluruskan isu yang menyebut legalitas yayasan bermasalah.

“Legalitas kami jelas dan sah. Pengurus dipilih melalui musyawarah dan mekanisme resmi. Tidak ada yang ilegal,” tegasnya.

 

Ia menilai isu yang beredar sudah mengarah pada penggiringan opini liar yang dapat merusak nama baik lembaga.

“Jangan goreng isu tanpa fakta. Semua kebijakan bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi dan hukum,” ujarnya.

 

PENEGASAN KERAS:
Pihak kampus dan yayasan meminta publik tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Fakta harus diluruskan. Jangan sampai hoaks mengalahkan kebenaran,” tutup mereka kepada (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *