
Rakyatmardeka.com l- BIREUEN, Rabu (4/3/2026) — Dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, kian memanas. Sebanyak 346 balita dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Insiden ini memicu kepanikan orang tua dan sorotan tajam terhadap pelaksanaan program yang berada di bawah tanggung jawab Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah polemik yang berkembang, pihak pengelola SPPG Gampong Simpang Mamplam akhirnya angkat bicara. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa sore (3/3/2026), ML, salah satu perwakilan pengelola, membenarkan adanya pemberian santunan kepada korban.
Menurut ML, santunan tersebut bukan untuk menutupi peristiwa yang terjadi, melainkan bentuk kepedulian terhadap para balita yang dirawat.
“Jadi gini, setelah kejadian pada malam Jum’at, siangnya kami dari perwakilan SPPG menjenguk para korban yang dirawat di rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan korban. Pada saat itu kami kasih santunan sebagai bentuk kepedulian kepada korban,” ujar ML.
Pernyataan tersebut muncul di tengah pertanyaan publik terkait pemberian uang kepada sebagian korban. Warga menilai insiden dengan jumlah korban mencapai ratusan balita bukan persoalan sepele dan membutuhkan investigasi menyeluruh.
Kabupaten Bireuen, khususnya Kecamatan Simpang Mamplam, kini menjadi perhatian luas. Masyarakat mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi dalam program MBG.
Sejumlah pihak juga meminta transparansi hasil uji laboratorium serta langkah tegas jika ditemukan unsur kelalaian.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan atas dugaan keracunan massal tersebut. Keselamatan anak-anak, tegas warga, tidak boleh menjadi taruhan dalam pelaksanaan program sosial apa pun.
