oleh

Pemdes Srimahi Tuntaskan 16 Unit SPALD-S Tahap Pertama, Lanjutkan Pembangunan Tahap Kedua

-Berita-83 Dilihat

Rakyatnerdeka.com, Tambun Utara ~  Pemerintah Desa (Pemdes) Srimahi terus berkomitmen meningkatkan kualitas sanitasi warga melalui program pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).

Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 16 unit jamban telah selesai dibangun pada tahap pertama dari total 32 unit yang dialokasikan bagi keluarga penerima manfaat. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyerapan program SPALD-S yang difokuskan pada kawasan rumah kumuh di wilayah Desa Srimahi.

Setelah menyelesaikan pembangunan tahap pertama, Pemdes Srimahi bersama Tim Fasilitator Lapangan dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) kembali melakukan sosialisasi kepada para tukang dan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan tahap kedua.

Pada pelaksanaan tahap pertama, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala oleh fasilitator bersama pendamping desa dan BKM, mulai dari nol persen hingga selesai seratus persen.

Unit yang telah rampung dinyatakan siap pakai, lengkap dengan pengecatan, pencahayaan, dan sistem jaringan yang terpasang.

Sekretaris Desa Srimahi, Nur Ubay, yang mewakili Kepala Desa Sudarto Abdulloh, pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini.

“Kami berterima kasih kepada dinas terkait yang telah merespon aspirasi masyarakat. Bantuan ini sangat membantu dalam meningkatkan taraf hidup warga kami,” kata Nur Ubay saat memberikan keterangan, Rabu (23/7/2025). Ia menegaskan, kendala kecil yang ditemui selama pembangunan tidak sampai mengganggu kelancaran proyek secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Pemdes sangat berharap program SPALD-S dapat terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang, mengingat masih sekitar 50% warga Desa Srimahi belum memiliki fasilitas jamban yang memadai. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan ekonomi, lahan, dan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi.

oplus_1024

Sementara itu, Fasilitator Lapangan Program SPALD-S, Nurrohman, menjelaskan bahwa pada tahap pertama telah dibangun sebanyak 16 unit SPALD-S di Desa Srimahi. Pembangunan dilakukan secara swakelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan dilaksanakan oleh tukang lokal.

“Alhamdulillah, hasilnya sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah daerah. Meski sempat ditemukan beberapa kekurangan saat evaluasi, semuanya langsung diperbaiki,” ujarnya.

Nurrohman menambahkan, keterlibatan warga tetap diupayakan, terutama bagi Calon Penerima Manfaat (CPM). Warga dilibatkan secara ringan, misalnya dengan menyiapkan makanan dan minuman bagi para tukang, tanpa membebani karena program ini 100% dibiayai oleh APBD Kabupaten Bekasi.

Ia juga menyampaikan bahwa kendala umumnya yang ditemukan pada pelaksanaan pembangunan ditahap pertama terjadi pada unit yang dibangun di dalam rumah, karena harus menyesuaikan dengan kamar mandi yang sudah ada. Namun untuk bangunan di luar rumah, pengerjaan berjalan lebih lancar sesuai spesifikasi.

“Untuk tahap kedua, kami arahkan agar hasilnya lebih baik lagi. Evaluasi dari tahap pertama jadi bahan pembelajaran agar pelaksanaan lebih maksimal ke depan,” pungkasnya.

oplus_1024

Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Srimahi, Ramli Susanto, menambahkan bahwa 16 unit SPALD-S tahap pertama telah terbangun di RW 002 Dusun 1, RW 004 Dusun 2, serta RW 005 dan RW 006 di Dusun 3. Sementara pembangunan tahap kedua akan dimulai pekan ini, berfokus di RW 005 dan RW 006, Dusun 3.

“Kami sangat berharap program ini terus berlanjut karena masih banyak warga yang belum memiliki akses ke sistem sanitasi yang layak. Program dari Bupati Bekasi ini sangat dibutuhkan, dan kami harap ke depan kuota untuk Desa Srimahi bisa ditambah,” ujar Ramli.

Adapun, Ketua RT 004 RW 002, Naung, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah berperan. Menurutnya, beberapa warga di wilayahnya kini telah memiliki kamar mandi lengkap dengan septic tank yang layak pakai.

“Alhamdulillah, warga kami bisa langsung merasakan manfaat dari program ini,” ujar Naung. (AyuM)

\ Get the latest news /

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *