RAKYAT MERDEKA| KEDIRI KOTA — Kepolisian Sektor Pesantren Resor Kediri Kota Polda Jatim menggelar forum bertajuk Jumat Curhat di warung Ketepeng, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). Forum ini dipimpin Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi dan dihadiri jajaran kepolisian serta perwakilan warga setempat.
Tampak hadir Kanit Intelkam Iptu D. Nurhidayat, Kanit Binmas Iptu Budi Santoso, Kanit Propam Ipda Andris Siswarno, Kasium Aiptu Kadariyanto, Ps Kasi Humas Prima CN, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Tosaren Aiptu Yulianto.
Dalam sambutannya, Kompol Siswandi menyampaikan bahwa dirinya membuka ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan maupun usulan. “Apabila ada unek-unek yang kurang berkenan, tolong sampaikan. Mari kita mencari solusi terbaik untuk warga Kelurahan Tosaren,” katanya, Jumat ( 29/08 ).
Pada kesempatan itu, Ia menyampaikan apresiasi atas pengelolaan harkamtibmas ( pemeliharaan keamanaan dan ketertiban masyarakat ) dengan tiga pilar kelurahan — Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat maupun agama —. “Alhamdulillah beberapa kegiatan yang saya monitor dapat terlaksana sesuai harapan kita semua,” ujarnya.
Siswandi menyampaikan bahwa Kelurahan Tosaren memiliki dinamika sosial yang kompleks, dengan penduduk dari berbagai latar belakang. Hal ini, menurutnya, menuntut kerja sama dan komunikasi yang baik. “Untungnya ada saudara kita Pak Agus dari Propam Polsek Pesantren itu kan juga Ketua RW sehingga perselisihan atau miskomunikasi bisa segera diselesaikan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial. Di waktu yang sama, dirinya menyinggung peristiwa di Jakarta yang tengah viral, Siswandi meminta warga tetap waspada. “Jangan sekali – kali sampai terbawa arus berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan alias hoaks. Silakan mengecek kebenarannya melalui Babinsa atau Bhabinkamtibmas,” pesannya.
Forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Seorang warga bernama Basuki mengeluhkan banyaknya polisi tidur di Jalan Tosaren III yang dinilainya membahayakan pengguna jalan, termasuk pedagang keliling. Menanggapi hal itu, Siswandi menegaskan perlunya pemasangan polisi tidur sesuai aturan. “ Sebaiknya dikomunikasikan dengan lingkungan setempat agar tidak terjadi salah paham, serta dimediasi oleh tiga pilar kelurahan,” katanya.
Kegiatan Jumat Curhat berlangsung aman dan kondusif. Dirinya pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa meski dia selaku Kapolsek tidak setiap hari bisa hadir ( gabung ) di semua wilayah, karena luasnya Kecamatan Pesantren dengan 15 kelurahan dan memiliki lebih kurang 80.000 jumlah penduduk, namun Siswandi menegaskan komitmen kepolisian khususnya Polsek Pesantren untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Pewarta : Hernowo
Komentar