oleh

Buntut Pemberitaan Dugaan Pungli Di Pos Lantas Barru, Wartawan dikeluarkan Dari Group Sesama Wartawan Ada Apa?

Rakyat Mardeka.com, Makassar – Tidak ada angin tidak hujan itulah pepatah yang layak dikatakan oleh pekerja kuli tinta.

Cecep paggilan sehari-harinya wartawan Sulawesi Selatan perwakilan media KeizalinNews.Web.Id di keluarkan dari sebuah group whatsapp  tanpa alasan yang jelas.

Namun Cecep menduga kuat, dirinya dikeluarkan dari group whatsapp buntut pemberitaan dugaan prantik pungutan liar (Pungli) di Pos Lalulintas Polres Barru yang kini menjadi sorotan publik.

“Kami heran tidak ada angin tidak ada hujan kenapa saya di keluarkan dari group, mungkin karena kami share masuk link berita Pos lalulintas Polres Barru,” Ucap Cecep.

Cecep mengungkapkan yang mengeluarkan dirinya dari group whatsapp suara rakyat tidak lain adalah sesama bergelut didunia pers,

“Tidak usah saya sebutkan namanya, boleh dikata dia kaya saudara juga, namun kenapa tiba-tiba dia keluarkan saya,” Tutur Cecep.

Cecep juga mengakui, dalam group whatsapp  itu memang di kenal banyak petinggi polri polda Sulawesi Selatan, baik para kasat lantas, kasat reskrim dan juga para kapolres di wilayah Sulawesi Selatan,

“Ia memang ada beberapa petinggi polri polda Sulawesi Selatan di group itu, termasuk Para kapolres dan kasat lantas, kasat reskrim, didalam group whatsapp itu juga ada kasat lantas Barru,” Ujarnya.

Cecep menuturkan, jika dirinya juga melakukan konfirmasi ke wartawan yang mengeluarkan itu,

“Kami sudah mencoba melakukan konfirmasi ke wartawan tersebut, kenapa saya di keluarkan, namun alasan dia tidak ada masalah katanya, karena dia bilang kalau saya saudara dunia akhirat,” Ucap Cecep lagi.

Kejadian tersebut justru malah mengundang spekulasi negatif di dunia pers.

Seharusnya sesama pers tidak gampang ‘Kebakaran Jenggot’ saat ada sorotan dari sesama pekerja pers. Apalagi yang soroti adalah kinerja polri.

Ini akan timbul penilaian negatif dimana publik, ada apa pekerja pers di Sulawesi Selatan seakan tidak mendukung.

Atau mungkin wartawan yang mengeluarkan Cecep dari group itu ‘Kena percikan’ dari hasil dugaan praktik pungutan liar di pos lalulintas polres Barru itu, sehingga namanya tidak mau ikut tersorot?

Cecep meminta Kepada Kapolda Sulawesi Selatan agar mengusut tuntas dugaan praktik pungutan liar di Pos Lalulintas polres Barru itu.

“Hal seperti itu tidak bisa biarkan terjadi, saya hanya share ke group kenapa saya di keluarkan, aliran dananya kemana siapa-siapa yang Terima,” Tegas Cecep.

\ Get the latest news /

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *